Formula 1, Balapan atau Uang?

      No Comments on Formula 1, Balapan atau Uang?

Formula 1, disingkat F1 atau FIA lengkap Formula 1 Piala Dunia, adalah peringkat balap mobil formal tertinggi di satu kelas di atas Formula Dua (F2) dan Formula Tiga (F3). Terdiri dari serangkaian seri balapan yang dikenal sebagai Grand Prix. Perlombaan diadakan di jalan umum atau publik di kota yang tertutup untuk umum. Hasilnya menentukan dua gelar dunia, satu untuk pembalap dan satu lagi untuk perancang. Saat balapan, mobil yang satu ini bisa mencapai kecepatan melebihi dari 300 km / jam yang dihasilkan oleh mesin yang dapat mencapai tenaga 850 hp pada sekitar 18.000 rpm (dari 2005). Peraturan tersebut diatur oleh Fédération Internationale de l’Automobile (FIA), dengan kantor pusat di Place de la Concorde, Paris. Presiden saat ini adalah Jean Todt dan umumnya disponsori dan diatur oleh pemegang hak komersial resmi Bernie Ecclestone melalui berbagai perusahaan.

Perlombaan, yang dimulai pada tahun 1950, adalah perlombaan paling mahal, dalam hal produksi dan olahraga, mengapa? Karena balap F1 terdiri dari beberapa tim (sekarang 10 tim), yaitu Ferarri Scuderia, Renault Sports, RedBull Racing, McLaren, Alfa Romeo, Williams, Mercedes AMG, Toro Rosso (RedBull) dan Racing Point. Di mana setiap tim harus menghasilkan sasis (bentuk mobil) yang disesuaikan setiap tahun oleh FIA, termasuk anggaran tahunan. Pegang, motor (paling mahal) dan komponen lainnya. Dari semua penelitian, pengembangan dan teknologi yang menelan biaya sekitar 40 juta pound atau 750 miliar rupiah, tidak termasuk biaya pengemudi, tukang dan lain-lain. Biaya pembalap ditentukan tergantung pada kontrak yang telah disepakati oleh pembalap dengan tim terkait.

Olahraga motor favorit ini juga telah menghasilkan banyak legenda yang dikenal karena keterampilan mereka dalam menjalankan jet negara ini, seperti Michael Schumacher, Ayrton Senna, Niki Lauda, ​​Jack Villeneuve, Alain Prost, James Hunt, Juan Manuel Fangio, Jim Clark, Jackie Stewart dan Graham Hill. Mereka semua adalah legenda terkenal untuk menyajikan kinerja aksi revisi (revisi) dan persaingan (kompetisi) yang tidak bisa dilupakan oleh semua penggemar F1 di dunia. Masalah keuangan adalah masalah utama yang dihadapi tim seperti Toyota, BMW, Manor Racing, Force India (sekarang Racing Point), Honda F1 (dibeli oleh Ross Brawn untuk menjadi Brawn GP dan menjadi Mercedes AMG), Lotus (sekarang Renault), Super Aguri, Minardi,  Caterham dan Jaguar.

Tim keluar dari F1 karena alasan tertentu, secara finansial di luar aturan yang dikeluarkan oleh FIA. Honda Racing F1 Team atau yang lebih dikenal dengan Honda, adalah raksasa mobil Jepang yang keluar dari F1 akibat kemerosotan ekonomi global pada akhir musim 2008 dan dibeli oleh Ross Brawn dan diganti menjadi Brawn GP. Tentu saja sangat umum untuk melihat penarikan tim di F1, karena sekarang hanya 3 tim besar yang dapat bersaing di F1 di podium.

Hal-hal mendasar selanjutnya juga dirasakan oleh pembalap Indonesia seperti Rio Haryanto, pembalap pertama yang berasal dari Indonesia dan juga perlu diketahui satu-satunya yang menjadi kebanggaan Indonesia sampai televisi nasional menyajikan siaran langsung balapan F1 karena popularitas Rio Haryanto. Ketika Rio pertama kali memasuki dermaga F1, ia bergabung dengan tim underdog Inggris bernama Manor Racing MRT (sebelumnya Tim F1 Marussia) pada awal musim 2016. Tapi kabar baiknya sangat menarik. Dalam kontrak itu Rio harus menjadi anggota Tim Manor dengan membayar 15,5 juta euro, yang tentu saja menjadikan Rio seorang pengemudi penggajian, seseorang yang telah membeli kursi di jet darat ini. Karena jumlah besar yang dibutuhkan, Rio mampu membayar hanya 3 juta euro ke Manor dan sisanya akan dibayar dengan 5,2 juta euro dari Pertamina. Akibatnya, karena Rio tidak dapat membayar uang yang disesuaikan, Rio hanya bisa mengambil 12 balapan dalam satu musim dan digantikan oleh Esteban Ocon, yang juga membayar kursi di F1.

Banyak orang mengatakan: “Hanya anak-anak terkaya yang bisa menjadi pembalap F1.” Seperti Lance Stroll, yang membeli kursi F1 di Williams dan sekarang (2019) menjadi anggota SportPesa Racing Point yang dibeli ayahnya. Tetapi untuk mengambil bagian hanya dalam perancah F1, lisensi khusus harus dikeluarkan oleh FIA, seperti berpartisipasi dalam kejuaraan junior, mendapatkan poin minimum selama karirnya, dan sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *